Konfigurasi Routing Static Untuk Menghubungkan Antar Host Yang Berbeda Network Pada Mikrotik

 

Assalamulaikum Wr. Wb.
     Pada kesempatan kali ini saya akan share tentang routing static pada mikrotik, Dalam static routing ini kita sebagai administrator memasukkan secara manual rute yang digunakan router untuk sampai ke network tujuan. Nah untuk lebih lengkapnya yuk kita pahami penjelasan berikut.

A. Pengertian

     Router adalah sebuah alat yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai penghalaan. Proses penghalaan terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari protokol tumpukan (stack protocol) tujuh-lapis OSI.

     Routing static adalah jenis routing yang dilakukan admin/pengelola jaringan untuk mengkonfigurasi informasi tentang jaringan yang dituju secara manual.

Ciri-ciri routing statis adalah sebagai berikut:

  • jalur spesifik ditentukan oleh admin jaringan
  • pengisian tabel routing dilakukan secara manual oleh admin jaringan
  • biasanya digunakan untuk jaringan berskala kecil
Cara kerja routing statis ada 3 bagian yaitu:
  • Konfigurasi router yang dilakukan oleh admin jaringan
  • Router melakukan routing berdasarkan informasi yang diterima dari tabel routing
  • Admin Jaringan menggunakan perintah ip route secara manual untuk konfigurasi router dengan routing statis dan routing statis berguna untuk melewatkan paket data yang ada pada jaringan.
Ada beberapa parameter yang ada pada routing, yakni:
  • Destination, adalah alat tujuan dan network mask dan biasanya diisi dengan 0.0.0.0/0 untuk semua jaringan
  • Gateway adalah datagram yang dapat dicapai melalui antarmuka
  • Pref. Source adalah alamat tujuan paket dan meninggalkan roter melalui alamat IP
  • Distance (0-255) adalah jarak administrator jaringan dari router

Keuntungan menggunakan Routing static
  1. Meringankan kinerja processor router
  2. Tidak ada bandwidth yang diguanakn untuk pertukaran informasi dari tabel isi routing pada saat pengiriman paket
  3. Routing statis lebih aman dibandingkan routing dinamis
  4. Routing Statis kebal dari segala usaha hacker untuk men-spoof dengan tujuan membajak traffik
Kerugian Menggunakan routing static
  1. Administrator jaringan harus mengetahui semua informasi dari masing-masing router yang digunakan
  2. Hanya dapat digunakan untuk jaringan berskala kecil
  3. Admisnistrasinya cukup rumit dibanding routing dinamis, terlebih jika banyak router yang harus dikonfigurasi secara manual
  4. Rentan terhadap kesalahan saat entri data routing statis yang dilakukan secara manual.



B. Latar Belakang

     Konsep dasar dari routing adalah bahwa router meneruskan paket-paket IP berdasarkan pada IP address tujuan yang ada dalam header IP paket. Dia mencocokkan IP address tujuan dengan routing table dengan harapan menemukan kecocokan entri. Suatu entri yang menyatakan kepada router ke mana paket selanjutnya harus diteruskan. Jika tidak ada kecocokan entri yang ada dalam routing table, dan tidak ada default route, maka router tersebut akan membuang paket tersebut. Untuk itu adalah sangat penting untuk mempunyai isian routing table yang tepat dan benar.     Agar isian pada tabel routing tepat dan benar, maka perlu bantuan dari adminstrator untuk mengisikannya, oleh karena itu routing static adalah pilihan tepat untuk membangun sebuah jaringan, terutama untuk jaringan berskala kecil.

C. Jangka Waktu Kegiatan
    Dalam pengerjaan kegiatan ini memerlukan waktu kurang dari 1 jam


D. Persiapan Software dan Hardware
  • 3 Laptop
  • 3 Mikrotik RB 750
  • 5 Kabel UTP Cross over

E. Maksud dan Tujuan

      Kegiatan ini bermaksud agar kita dapat melakukan konfigurasi routing static, memahami konsep routingnya, serta cara kerja routing static. Sedangkan tujuan dari routing static ini adalah untuk menghubungkan host-host yang berbeda jaringan atau subnet agar dapat saling berkomunikasi.

F. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan

1. Kita buat terlebih dahulu topologi yang akan kita gunakan dalam routing static dan perencanaan pemberian IPnya seperti pada gambar di bawah ini.

2. Selanjutnya pasang alat-alat yang diperlukan sesuai dengan topologi di atas.

3. Akses Mikrotik kita dengan menggunakan aplikasi Winbox melaui wine.


4. Untuk yang pertama kita akan melakukan konfigurasi pada mikrotik R1, lakukan pengaksesan mikrotik melalui laptop 1. Di winbox, pada tab Neighbor klik pada Mac address mikrotik --> lalu klik "Connect" untuk  mengaksesnya

5. Agar kita mudah dalam mengenal mikrotik kita jika nantinya terdapat banyak mikrotik yang terdeteksi, maka kita harus memberi identitas pada mikrotik kita dengan cara klik pada System --> Identity.

6. Beri identitas pada mikrotik anda, contohnya disini Mikrotik-1. Kemudian klik "Apply" dan klik "OK".

7. Selanjutnya kita setting IPnya dengan cara klik pada IP --> Addresses.

8. Untuk membuat settingan ip baru, klik pada simbol "+".

9. Pertama kita setting untuk IP interface ether2 nya, masukkan IP pada kolom "Address" dan masukkan interface mana yang akan digunakan pada kolom "interface". Pengaturan IP ini kita sesuaikan dengan topologi yang telah kita buat, klik Apply dan OK untuk menerapkan konfigurasi.

10. Atur juga untuk IP pada interface ether4 Mikrotik-1.

11. Sehingga hasilnya akan seperti di bawah ini.


12. Selanjutnya kita akan atur routingnya, untuk melakukan konfigurasi routing kita perlu beralih ke menu IP --> Routes

13. Klik simbol "+" (add) untuk membuat routing baru

13. Pada posisi ini kita asumsikan bahwa mikrotik 1 terdapat pada posisi paling bawah, sehingga kita hanya perlu melakukan routing ke 0.0.0.0/0 dengan gatewaynya adalah ether2 pada Mikrotik-2 yaitu 10.10.10.2/24

14. Pada kolom "Dst. Address" isikan network tujuan dari routing, kita atur saja dengan 0.0.0.0/0 agar bisa melakukan routing ke berbagai network. Sedangkan pada gatewaynya kita isi dengan ip dari interface ether2 dari mikrotik-2 yaitu 10.10.10.2. Klik Apply dan OK untuk menerapakan konfigurasi kita.

15. Jika routing yang anda lakukan terjangkau oleh router, maka akan ada keterangan "reachable" seperti pada gambar di bawah ini.

16. Selanjutnya kita beralih ke Mikrotik-2, akses mikrotik 2 anda dengan winbox dan berilah identitas pada mikrotik tersebut.

17. Lalu kita setting IPnya dengan cara klik pada IP --> Addresses.

18. Untuk membuat settingan ip baru, klik pada simbol "+".

19. Pertama kita setting untuk IP interface ether2 nya, masukkan IP pada kolom "Address" dan masukkan interface mana yang akan digunakan pada kolom "interface". Pengaturan IP ini kita sesuaikan dengan topologi yang telah kita buat, klik Apply dan OK untuk menerapkan konfigurasi.

20. Atur untuk IP pada interface ether4 Mikrotik-2 yang nantinya mengarah ke laptop2.

21. Atur juga untuk IP pada interface ether3 Mikrotik-2 yang nantinya mengarah ke Mikrotik-1.
 

22. Sehingga hasilnya akan seperti di bawah ini.
 

23. Selanjutnya kita akan atur routingnya, untuk melakukan konfigurasi routing kita perlu beralih ke menu IP --> Routes

24. Klik simbol "+" (add) untuk membuat routing baru.

25. Pada posisi ini kita asumsikan bahwa mikrotik 2 terdapat pada posisi tengah, sehingga kita perlu melakukan routing ke 0.0.0.0/0 dengan gatewaynya adalah ether3 pada Mikrotik-3 yaitu 20.20.20.2/24.
 


26. Pada kolom "Dst. Address" isikan network tujuan dari routing, kita atur saja dengan 0.0.0.0/0 agar bisa melakukan routing ke berbagai network. Sedangkan pada gatewaynya kita isi dengan ip dari interface ether3 dari mikrotik-3 yaitu 20.20.20.2. Klik Apply dan OK untuk menerapakan konfigurasi kita.

27. Tambahkan juga routing untuk ke bawah / routing yang kita peruntukkan untuk network laptop1 dengan mengisi "Dst. Addressnya" dengan network dari laptop1 yaitu 192.168.1.0/24 dan pada "Gateway" isikan dengan ip dari interface eth2 Mikrotik-1 yaitu 10.10.10.1. Kemudian Klik Apply dan OK.

28. Beralihlah ke Mikrotik-3, akses mikrotik 3 anda dengan winbox dan berilah identitas pada mikrotik tersebut.

29. Selanjutnya kita setting IPnya dengan cara klik pada IP --> Addresses.

30. Untuk membuat settingan ip baru, klik pada simbol "+".

31. Pertama kita setting untuk IP interface ether3 nya, masukkan IP pada kolom "Address" dan masukkan interface mana yang akan digunakan pada kolom "interface". Pengaturan IP ini kita sesuaikan dengan topologi yang telah kita buat, klik Apply dan OK untuk menerapkan konfigurasi.

32. Atur juga untuk IP pada interface ether4 Mikrotik-3 yang mengarah ke laptop3.

33. Sehingga hasilnya akan seperti di bawah ini.

34. Selanjutnya kita akan atur routingnya, untuk melakukan konfigurasi routing kita perlu beralih ke menu IP --> Routes

35. Klik simbol "+" (add) untuk membuat routing baru

36. Pada posisi ini kita asumsikan bahwa mikrotik 3 terdapat pada posisi paling atas, sehingga kita perlu melakukan routing ke 0.0.0.0/0, routing ke network laptop2 (192.168.2.0/24), network antara Mikrotik-2 dan Mikroti-1 (10.10.10.0/24) dan network laptop1 (192.168.1.0/24) dengan gatewaynya adalah ether3 pada Mikrotik-2 yaitu 20.20.20.1/24 .

37. Pada kolom "Dst. Address" isikan network tujuan dari routing, kita atur saja dengan 0.0.0.0/0 agar bisa melakukan routing ke berbagai network. Sedangkan pada gatewaynya kita isi dengan ip dari interface ether3 dari mikrotik-2 yaitu 20.20.20.1 . Klik Apply dan OK untuk menerapakan konfigurasi kita.

38. Tambahkan routing yang kita peruntukkan untuk network laptop2 dengan mengisi "Dst. Addressnya" dengan network dari laptop2 yaitu 192.168.2.0/24 dan pada "Gateway" isikan dengan ip dari interface eth3 Mikrotik-2 yaitu 20.20.20.1. Kemudian Klik Apply dan OK.

39. Tambahkan routing yang kita peruntukkan untuk network antara Mikrotik-2 dan Mikrotik-1 dengan mengisi "Dst. Addressnya" dengan networknya yaitu 10.10.10.0/24 dan pada "Gateway" isikan dengan ip dari interface eth3 Mikrotik-2 yaitu 20.20.20.1. Kemudian Klik Apply dan OK.

40. Tambahkan routing yang kita peruntukkan untuk network laptop1 dengan mengisi "Dst. Addressnya" dengan network dari laptop1 yaitu 192.168.1.0/24 dan pada "Gateway" isikan dengan ip dari interface eth3 Mikrotik-2 yaitu 20.20.20.1. Kemudian Klik Apply dan OK.

41. Setelah semua konfigurasi routing static sudah kita lakukan, langkah berikutnya adalah mengatur ip dan gateway pada masing-masing laptop sesuai dengan topologi yang telah kita buat.
Konfigurasi IP pada Laptop1
Konfigurasi IP pada Laptop2
 
Konfigurasi IP pada Laptop3

42. Untuk menguji routing yang telah kita konfigurasi, kita lakukan saja ping dari Laptop 3 ke Laptop1 dan Laptop2. Jika uji ping berhasil, maka konfigurasi routing static anda telah berhasil.
Uji ping dari Laptop3 ke Laptop1
Uji ping dari Laptop3 ke Laptop2

G. Referensi

Sumber :
http://www.teorikomputer.com/2012/12/pengertian-kelemahan-dan-kelebihan.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Penghala




H. Hasil Yang Didapatkan
   
    Hasil dari kegiatan ini adalah kita dapat melakukan konfigurasi roting static dan dapat menghubungkan host yang berbeda subnet atau jaringan sehingga bisa saling berkomunikasi.

I. Kesimpulan

     Dengan menggunakan routing static ini setiap rute yang digunakan untuk menghubungkan dengan network tujuan akan dimasukkan sendiri oleh admin jaringannya. Atau bisa dibilang bahwa seorang admin jaringan akan memberikan informasi routing tablenya secara manual ke router agar host 1 dengan yang lainnya dapat berkomuniksai.

     Sekian dari saya, mohon maaf sebesar-besarnya jika terdapat banyak kesalahan dalam postingan saya ^-^ 

Wassalamualikum Wr. Wb.
Previous
Next Post »

1 komentar:

Write komentar