Limitasi Bandwith Pada Jaringan Dengan Menggunakan Wonder Shaper Di Debian Server 8.5


Assalamulaikum Wr. Wb.
     Pada kesempatan kali ini saya akan share tentang Limitasi Bandwith Pada Jaringan Dengan Menggunakan Wonder Shaper Di Debian Server 8.5. Dengan adanya tools ini, kita dapat dengan mudah mengatur bandwidth pada jaringan kita. Nah untuk lebih lengkapnya yuk kita pahami penjelasan berikut.

A. Pengertian

     Wshaper atau  Shaper adalah pembentuk lalu lintas menggunakan Algoritma HTB yang mengubah lalu lintas internet anda menjadi berlatency rendah dan menjamin kinerja pada jaringan anda. Alasan untuk memilih wshaper adalah kareana sederhana dan konfigurasi nol yang secara otomatis mengoptimalkan internet untuk latency rendah dan lain-lain.

    Wondershaper adalah tools yang mudah untuk script pembentuk lalu lintas yang menyediakan kelebihan-kelebihan berikut:
  • Mempertahankan latency rendah untuk lalu lintas interaktif setiap saat
  • Izinkan 'browsing' di kecepatan yang wajar saat upload atau men-download
  • Pastikan upload tidak mengganggu download, dan sebaliknya



B. Latar Belakang

     Kebutuhan akan akses Internet dewasa ini sangatlah penting. Baik untuk mencari informasi, artikel, pengetahuan terbaru atau bahkan hanya untuk chating. Pembagian bandwidth pada setiap network atau host adalah satu bagian yang penting untuk dilakukan bagi penyedia layanan internet ataupun administrator jaringan pada sebuah perushaan. Kenapa pembagian bandwidth begitu penting ?, karena tidak semua network dalam sebuah jaringan memerlukan bandwidth yang besar dalam melakukan aktivitasnya. Dalam pembagian bandwidth, kita harus tahu mana network yang memerlukan bandwidth yang besar dan mana network yang memerlukan bandwidth yang kecil. Lalu bagaiman cara melakukan pembagian bandwidth dengan cara yang mudah ?. Salah satu solusinya adalah menggunakan tools yang ada di sistem operasi linux, yaitu Wonder Shaper.

C. Persiapan Software dan Hardware
  • Sumber internet melalui PPPOE
  • Komputer Server Debian sebagai Router
  • Komputer Server Proxmox
  • VPS / VM yang telah terinstall dengan debian server pada proxmoxnya
  • 1 Switch
  • 1 Mikrotik RB 750
  • Access Point
  • Kabel penghubung Straight dan Crossover seperlunya
  • Laptop (digunakan sebagai Client)
 
D. Maksud dan Tujuan

     Kegiatan ini bermaksud agar kita dapat melakukan konfigurasi pengaturan pembagian bandwith pada tiap-tiap network dengan menggunakan salah satu tool pada linux, yaitu wonder shaper. Dengan menggunakan tool ini kita dapat mengelola jaringan kita dengan baik, karena kita dapat memprioritaskan mana network yang memerlukan bandwidth lebih dan mana network yang memerlukan bandwidth kecil.


E. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan

 1. Pada jaringan yang saya buat ini mempunyai gambaran topologinya seperti dibawah ini.



 2. Sedangkan konfigurasi-konfigurasi yang saya lakukan adalah sebagai berikut :

Pada Komputer Debian Router
  • PPPOE Client : agar Server mendapatkan koneksi internet dari PPPOE Server
  • VLAN : agar dapat membuat beberapa jalur virtual pada sebuah enthernet, sehingga kita dapat membuat network yang lebih banyak.
  • Proxy Server (dengan Squid) : agar kita dapat melakukan pemblokiran terhadap situs-situs yang dilarang maupun file yang di download oleh client.
  • NAT  : agar koneksi dari internet dapat diteruskan ke client-client yang terhubung dengan debian router.
  • DHCP Server : Agar bisa memberikan  IP DHCP ke network Public Hotspot
  • Atur IP interface eth0 secara static (eth0 merupakan interface yang digunakan untuk menyediakan DHCP server ke Hotspot). 
Pada Server Proxmox :
  • Atur ip secara Static satu jaringan dengan Debian Router
  • Buat VM dan atur Vlan Tagnya sesuai dengan Vlan ID pada topologi, VM ini yang nantinya kita gunakan sebagai VPS
Pada VPS :
  • Atur IPnya satu jaringan / satu subnet dengan interface VLan yang telah di buat pada Debian Router (interface VLannya sesuai dengan VLAN ID yang tersetting pada pembuatan VM)
  • Atur Gatewaynya dengan ip interface VLAN pada debian router
  • Atur DNSnya pada  /etc/resolv.conf

Pada Switch :
  • Hubungkan ethernet-ethernet ke port-port di switch sesuai dengan topologi.

Pada Mikrotik :
  • Buat interface Bridge, dan lakukan bridge pada semua port yang ada di mikrotik sehingga dapat seolah-olah router Mikrotik kita menjadi Switch
  • Buat interface VLAN pada setiap port yang mengarah ke client (Port eth2, eth3, eth4, eth5) agar dapat meneruskan VLAN yang telah di buat pada server.
Pada Access point :
  • Atur SSID untuk Access pointnya.
  • Atur Frequencynya agar tidak bertabrakan dengan Wifi lain yang berada di sekitar kita.
  • Hubungkan Acces Point dengan Switch.
  • Jika perlu, anda juga dapat mengatur password untuk Wifi anda.

Pada Komputer Admin, Staff, HRD, dan Manager :
  • Lakukan instalasi VLAN "apt-get install vlan"
  • Buatlah interface VLAN dengan VLAN ID sesuai dengan VLAN ID yang di khususkan untuk komputer tersebut / sesuai dengan topologi diatas.
  • Atur IP pada interface VLAN satu jaringan dengan interface VLAN pada Debian Router yang dikhususkan bagi jaringan tersebut.
  • Atur Gatewaynya
  • Atur DNSnya
3. Selanjutnya kita buat terlebih dahulu perencanaan pemberian bandwidth pada masing-masing jaringan, seperti contoh di bawah ini.



5. Pertama kita akses terlebih dahulu server yang berfungsi sebagai router kita, dengan melakukan konfigurasi langsung dengan server atau mengaksesnya dengan SSH melalui perintah "ssh user@ip_server".
 

4. Selanjutnya pada komputer server yang berfungsi sebagai router ( Debian Router), Lakukanlah pengupdatetan repository anda dengan mengetikkan perintah :
# apt-get update
  

 5.  Untuk melakukan instalasi tool pelimitasian bandwith Wonder Shaper, ketikkan perintah.
# apt-get install wondershaper
 

 6. Jika muncul pertanyaan seperti di bawah ini, ketikkan saja "y" dan tekan enter. Pertanyaan ini memberitahukan tentang besar dari aplikasnya dan seberapa besar tempat yang akan termakan pada harddisk setelah proses instalasi.

7.  Tools Wonder Shaper ini akan melakukan limitasi bandwidth berdasarkan interface, bukan berdasarkan IPnya. Untuk melakukan pengaturan bandwidthnya, ketikkan perintah dengan format :
# wondershaper interface_anda upload_speed download_speed
 8. Karena semua network terhubung ke server dengan interface yang berbeda-beda, membuat kita mudah dalam melakukan konfigurasinya. Lakukan pelimitasian bandwidth pada tiap-tiap networknya sesuai dengan yang sudah kita rencanakan tadi seperti pada gambar di bawah ini.

9. Untuk mengecek status dari masing-masing interface, anda dapat melakukannya dengan mengetikkan perintah berikut.
# wondershaper interface_anda

 10. Lakukan perbandingan speed download dari salah satu network sebelum diatur bandwidthnya dengan setelah diatur bandwidthnya. Jika terdapat perubahan setelah di limit bandwidthnya dan kecepatannya hampir sama dengan yang telah kita atur, berarti pengaturan limitasi bandwidth anda telah berhasil.
 
Koneksi menggunakan network Public Hotspot sebelum network dilimit. 
 Koneksi menggunakan network Public Hotspot setelah network dilimit.

 11. Untuk melakukan penghapusan rule / peraturan limitasi bandwidth yang telah kita terapkan pada interface, bisa anda lakukan dengan mengetikkan perintah dengan format berikut.
# wondershaper remove interface_anda




F. Referensi
+ http://www.hecticgeek.com/2012/02/simple-traffic-shaping-ubuntu-linux/
+ http://www.tutorialspoint.com/articles/how-to-limit-network-bandwidth-on-linux

+ http://www.techrapid.co.uk/openwrt/traffic-shaping-on-openwrt-with-wshaper-on-luci/
+ https://ubuntuforums.org/showthread.php?t=25911
+ http://www.tutorialspoint.com/articles/how-to-limit-network-bandwidth-on-linux

G. Hasil dan Kesimpulan

     Dengan adanya limitasi bandwidth ini, kita dapat mengelola jaringan kita dengan baik. Karena kita dapat mengatur tentang pembagian bandwidth pada masing-masing network di jaringan kita, sehingga kita dapat memprioritaskan mana network yang memerlukan bandwidth besar dalam melakukan aktivitasnya dan mana network yang memerlukan bandwidth kecil dalam melakukan aktivitasnya. Akan tetapi tools wonder shaper ini hanya dapat kita gunakan untuk jaringan yang bersifat agak kecil / jaringan yang interfacenya bisa terpusat pada satu server saja, karena wonder shaper akan melakukan limitasi bandwith pada interfacenya dan bukan pada IPnya.
     Sedangkan hasil dari kegiatan ini adalah, kita dapat melakukan limitasi dan pengaturan bandwidth pada masing-masing network di jaringan tersebut.

     Sekian dari saya, mohon maaf sebesar-besarnya jika terdapat banyak kesalahan dalam postingan saya ^-^ 

Wassalamualikum Wr. Wb.


Previous
Next Post »