Hal-hal Yang Harus Dilakukan Setelah Instalasi Server

Things To Do After Installing Debian Server
Assalamualaimkum Wr. Wb.
Hai...hai....hai..., pada postingan yang lalu saya kan sudah membahas bagaimana cara melakukan instalasi debian server 8.5 Jessie pada proxmox. Nah kali ini saya akan membahas ha-hal apa saja sih yang harus kita lakukan setelah melakukan instalasi Debian Server agar sebuah server siap digunakan dan optimal.



A. Pengertian

B. Latar Belakang

C. Persiapan Software dan Hardware

D. Maksud dan Tujuan

E. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan

1. Bukalah Debian Server anda

2. Pastikan koneksi jaringan dan pengaturan jaringan anda sudah benar

3. Masuk menggunakan mode "Root" agar kita dapat melakukan konfigurasi
 

4. Cek konfigurasi interface anda dengan mengetikkan perintah :
    nano /etc/network/interface

5. Jika anda belum mengatur konfigurasi IPnya anda dapat mengkonfigurasinya dengan Format penulisannya seperti ini :

   autho eth0
   iface eth0 inet static
     address xxx.xxx.xxx.xxx
     netmask xxx.xxx.xxx.xxx
     network xxx.xxx.xxx.xxx
     broadcast xxx.xxx.xxx.xxx
     gateway xxx.xxx.xxx.xxx
     dns-nameservers xxx.xxx.xxx.xxx

   Sedangkan jika anda mengkonfigurasi IPnya menggunakan DHCP, anda dapat menggunakann pengaturan berikut :

   autho eth0
   iface eth0 inet dhcp

6. Keluarlah dengan menekan tombol CTRL+X dan tekan "y" lalu tekan enter.


7. Restartlah service dari networking anda agar konfigurasi anda dapat diterapkan. ketikkan perintah berikut ini untuk merestartnya :
service networking restart


8. Selanjutnya kita atur repository kita dengan mengetikkan perintah :
nano /etc/apt/sources.list

9. Pada pengaturan repository, anda dapat menambahkan repository lain pada akhir baris dari pengaturan.
 

10. Berikut ini adalah daftar repository untuk debian 8 Jessie yang bisa anda gunakan

#KAMBING-UI
deb http://kambing.ui.ac.id/debian/ jessie main contrib non-free
deb http://kambing.ui.ac.id/debian/ jessie-updates main contrib non-free
deb http://kambing.ui.ac.id/debian-security/ jessie/updates main contrib non-
free

#KEBO VLSM
deb http://kebo.vlsm.org/debian/ jessie main contrib non-free
deb http://kebo.vlsm.org/debian/ jessie-updates main contrib non-free
deb http://kebo.vlsm.org/debian-security/ jessie/updates main contrib non-free

#DATA UTAMA SURABAYA
deb http://kartolo.sby.datautama.net.id/debian/ jessie main contrib non-free
deb http://kartolo.sby.datautama.net.id/debian/ jessie-updates main contrib non-
free
deb http://kartolo.sby.datautama.net.id/debian-security/ jessie/updates main
contrib non-free

#UNEJ
deb http://mirror.unej.ac.id/debian/ jessie main contrib non-free
deb http://mirror.unej.ac.id/debian/ jessie-updates main contrib non-free
deb http://mirror.unej.ac.id/debian-security/ jessie/updates main contrib non-
free
11. Karena disini ditempat prakerin saya terdapat repository lokal, maka saya akan menggunakan repository lokal dari tempat prakerin saya.

12. Lakukan update ke repository anda dengan mengetikkan perintah
apt-get update
  

13. Selanjutnya kita akan cek apakah hostname kita telah tersetting dengan benar atau belum. ketikkan perintah "hostname" dan "hostname -f" untuk mengeceknya

14. Jika belum sama, anda dapat mengaturnya dengan mengedit file "hosts" yang berada di "/etc/hosts". Untuk mengeditnya ketikkan perintah :
nano /etc/hosts

15. Dibawah baris "127.0.01....." tambahkan pengaturan berikut.
127.0.0.1 nama_hostname

16. lalu cek lagi hostname anda dengan mengetikkan perintah "hostname && hostname -f". Pastikan yang muncul keduanya sama.

17. Selanjutnya kita akan mengatur Locales pada debian server kita, Locales digunakan dalam Linux untuk mendefinisikan bahasa dan pengaturan karakter ( encoding ) penggunaan user. untuk mengaturnya ketikkan perintah :
dpkg-reconfigure locales
 
 
18. Pada bagian "Locales to be generated" beri tanda bintang " * " pada pilihan "id_ID. UTF-8 UTF-8" dengan menekan tombol spasi (space). tekan enter untuk melanjutkan.
 

19.  Untuk pengaturan "Default local for the system environment" pilih pada pilihan "en_US.UTF-8". ini bermaksud untuk mengatur agar pengaturan locale utama kita menggunakan locales english Amerika (US). untuk memilihnya tekanlah tombol right arrow (-->) kemudian pilih ok dan tekan enter.
 

20. Generate/lihatlah pengaturan locales kita dengan mengetikkan perintah
locale-gen
      jika hasilnya seperti pada gambar di bawah ini, berarti pengaturan anda sudah benar.
 

 21. Langkah berikutnya kita lakukan instalasi NTP pada server kita. Network Time Protocol atau lebih sering disebut dengan istilah NTP adalah sebuah mekanisme atau protokol yang digunakan untuk melakukan sinkronisasi terhadap penunjuk waktu dalam sebuah sistem komputer dan jaringan. Jadi dengan NTP ini setting waktu atau jam kita di dalam server bisa cocok. untuk melakukan instalasinya ketikkan perintah 
apt-get install ntp
 

22. Konfigurasikan NTP anda dengan mengedit file  ntp.conf yang berada di "/etc". untuk mengeditnya ketikkan perintah berikut.
nano /etc/ntp.conf

23. pada baris "server..... " ubah lah kata "debian" menjadi "id", lalu simpan konfigurasi anda.

      Before
      After
24. Selanjutnya kita restart service dari NTP kita dengan perintah
service ntp restart
 

25. Lalu kita cek setting waktu kita dengan perintah
date

F. Referensi
sumber : https://wiki.archlinux.org/index.php/Locale
               http://mikrotikindo.blogspot.co.id/2013/03/apa-itu-ntp-setting-ntp-client-di-mikrotik.html
               Ebook : hal-hal yang harus dilakukan setelah menginstall server (Konfigurasi Dasar Server). 
G. Hasil dan Kesimpulan
Pengaturan-pengaturan dan instalasi-instalasi service seperti yang dilakukan di atas sangat berguna demi kesiapan dan optimalisasi server.

Sekian dari saya, mohon maaf sebesar-besarnya jika terdapat banyak kesalahan dalam postingan saya ^-^ 

Wassalamualikum Wr. Wb.


Previous
Next Post »