Sharing File Dengan Samba Server Pada Debian Server 8.5


Assalamualaikum Wr. Wb.
Halo teman-teman semua, kali ini saya ingin share bagaimana cara instalasi, konfigurasi dan pengujian dalam pembuatan Samba Server.

A. Pengertian

  •          Pengertian samba
Samba Server merupakan sebuah protokol yang dikembangkan di Sistem Operasi Linux untuk melayani permintaan pertukaran data antara mesin Ms. Windows dan Linux.
Disamping untuk melayani file sharing antara Windows dan Linux, Samba juga merupakan salah satu protokol yang digunakan di Sistem Operasi Linux untuk melayani pemakaian data secara bersama-sama.
Apa kira-kira yang menjadi dasar pengembangan Samba? Sebenarnya yang menjadi dasar dari pengembangan Samba adalah protokol SMB yang merupakan singkatan dari Server Message Block yang merupakan protokol standard yang dikeluarkan oleh Microsoft yang digunakan oleh Windows. Fungsi SMB dalam Windows adalah sebagai protokol yang digunakan untuk membagi data, baik dari perangkat CD-ROM, hard disk, maupun perangkat keluaran seperti printer dan plotter untuk dapat digunakan bersama-sama.


Berikut adalah beberapa pengertian dari SAMBA :
a.    Samba adalah program yang dapat menjembatani kompleksitas berbagai platform system operasi Linux(UNIX) dengan mesin Windows yang dijalankan dalam suatu jaringan komputer. Samba merupakan aplikasi dari UNIX dan Linux, yang dikenal dengan SMB(Service Message Block) protocol. Banyak sistem operasi seperti Windows dan OS/2 yang menggunakan SMB untuk menciptakan jaringan client/server. Protokol Samba memungkinkan server Linux/UNIX untuk berkomunikasi dengan mesin client yang mengunakan OS Windows dalam satu jaringan.

b. Samba adalah sebuah software yang bekerja di sistem operasi linux, unix dan windows yang menggunakan protokol network smb (server massage block). Smb adalah sebuah protokol komunikasi data yang juga digunakan oleh Microsoft dan OS/2 untuk menampilkan fungsi jaringan client-server yang menyediakan sharing file dan printer serta tugas-tugas lainnya yang berhubungan.


  •           Sejarah Lahirnya Samba
Bertahun lalu, di masa awal PC, IBM dan Sytec mengembangkan sebuah sistem network yang disebut NetBIOS (Network Basic Input Operating System). NetBIOS merupakan software yang menyediakan interface antara program dan hardware network. Pengalamatan dalam NetBIOS menggunakan nama 16 bit yang sekarang dikenal sebagai NetBIOS Name. Di dalam lingkungan Windows NT, NetBIOS Name disebut juga Computer Name. 
Kemudian Microsoft menambahkan sebuah feature berupa I/O redirection, sehingga sebuah resource local (printer, hard disk) bisa diakses melalui network oleh komputer lain, dengan bentuk, bau dan rasa seperti recource local di komputer yang sedang mengakses tersebut. Jika anda pengguna LAN Manager atau MS-DOS Client, anda tentu familiar dengan command "Net use drive: \\computer name\share name" atau pengguna Windows dengan perintah Map Network Drive. Keduanya membuat satu remote resource di komputer yang menjalankan perintah tersebut seolah-olah berada di komputer itu.
Microsoft menyebut penambahan feature ini sebagai NetBEUI. Hal ini yang kemudian disalah artikan bahwa NetBEUI merupakan protokol standar dalam lingkungan network dari Microsoft. Padahal nama dari I/O Redirection dari NetBEUI adalah SMB (Server Message Block) atau menurut istilah Microsoft CIFS (Common Internet File System). Keterangan lengkap mengenai protokol SMB ini bisa dibaca di RFC 1001 dan 1002.


Dalam protokol standar LAN Manager dan Windows (NetBEUI, alias SMB, alias CIFS), hal terpenting yang menjadi urat nadinya adalah kemampuan file dan print sharing, serta kemampuan browsing. Kemudian dengan munculnya NT, ditambahkan dua feature tambahan yaitu authentication dan authorization untuk setiap servis yang akan diakses. Jadi jika kita bicara NetBEUI, sebenarnya ada 2 komponen yang terdapat di dalamnya; (1) NetBIOS sebagai pengenal komputer yang satu dengan lainnya dan (2) I/O Redirection sebagai fasilitas untuk memberikan share dan mengakses shared resources komputer lain.


      Bulan Desember 1991, merupakan sejarah kelahiran Samba Server, yang dibuat oleh seorang Andrew Tridgell, mahasiswa PhD (Doktor) Ilmu Komputer di Australian National University (ANU), Canberra, Australi. Singkatya, tahun 1992 project Samba dibuat untuk mengatasi persoalan yang muncul dikala dia hendak menghubungkan komputer miliknya (Linux) dengan komputer (Ms.Windows). (Sebenarnya samba telah dibuat sebelumnya namun belum diporting ke Sistem Operasi Linux.  Tahun 1992, merupakan awalnya berdiri team Samba yang pada waktu itu beranggotakan Jeremy Allison, Jochen Hupert, Matthew Harrell, Frank Varnavas dan beberapa hacker lain yang tersebar diseluruh dunia.




Perbedaan smbd dengan nmbd
        Sebenarnya Samba disusun atas dua damon, yatu smbd dan nmbd. Smbd adalah daemon yang secara nyata menangani servis sharing file sistem dan printer untuk klien. Pada saat sebuah klien melakukan autentikasi, smbd akan membuatkan duplikat dirinya, bagian asli akan kembali ke port 139 untuk mendengarkan permintaan baru dan bagian duplikat menangani koneksi terhadap klien. Dulikat ini juga mengubah ID user efektifnya dari root ke user yang terautentikasi. Misalnya , kalau user “smkti” melakukan autentikasi dengan smbd, duplikat baru akan berjalan dengan permisi “smkti”, dan bukannya permisi “root”). Duplikat ini akan berada di memory selama masih terkoneksi dengan klien.
Daemon nmbd bertanggung-jawab untuk menangani permintaan server name NetBIOS. Ia akan mendengarkan port 137, tidak seperti smbd, nmbd tidak membuat contoh dirinya untuk menangani setiap pertanyaan. Kedua daemon
       
Selain 2 daemon utama di atas, aplikasi samba juga mempunyai beberapa program pendukung yaitu :
  • smbclient, aplikasi di klien dengan tampilan mirip ftp untuk mengakses SMB resource share (mengakses share files)
  •  smbtar, Program yang memback up data yang dishare. Mirip tar di Linux.
  •  Nmblookup, Program yang membantu mencari nama (names lookup) dengan memanfaatkan NetBIOS over TCP/IP. Nmblookup dapat digunakan untuk meresolve dari nama komputer ke nomor IP dan sebaliknya.
  • smbpasswd, Program yang memungkinkan administrator mengatur password yang terenkripsi yang dipergunakan oleh Samba Server.
  •  Smbstatus, Program yang memonitor status terakhir dari share resources yang diberikan oleh Server Samba.
  • Testparm, Program kecil untuk melakukan proses debug (memeriksa parameter) terhadap file konfigurasi Samba (smb.conf)
  • Swat, Samba Web Administration Tool, program bantu yang memberikan interface model web untuk mengadministrasi Samba. SWAT mempermudah edit smb.conf (file konfigurasi Samba) mengatur resource share, melihat status Samba terakhir, dengan dukungan file help yang sangat bermanfaat.


SMB memiliki beberapa fungsi umum yang dirangkum seperti berikut :


  • Membuka dan menutup koneksi antara SMB Client (disebut sebagai redirector) dan SMB Server (komputer yang menjalankan file and print services) untuk mengizinkan client agar dapat mengakses sumberdaya di dalam jaringan
  • Menemukan, membaca, dan menulis berkas dalam sebuah file server
  • Menemukan dan menggunakan alat pencetak yang digunakan bersama-sama untuk mencetak secara jarak jauh


SMB memiliki 4 jenis pesan (message) seperti berikut :


  • Session Control Message, digunakan untuk membuka atau menutup sebuah koneksi antara redirector dengan server
  • File Message, digunakan oleh redirector untuk memperoleh akses terhadap berkas yang berada di dalam server
  • Printer Message, digunakan oleh redirector untuk mengirimkan data ke sebuah antrian alat pencetak (print queue) yang terdapat dalam server
  • Message, mengizinkan aplikasi untuk saling bertukar pesan dengan komputer lainnya


SMB adalah istilah bahasa inggris dalam teknologi informasi yang mengacu kepada protokol request - respond atau client - server yang ditujukan sebagai layanan untuk berbagi berkas (file sharing) di dalam sebuah jaringan. Protokol ini seringnya digunakan di dalam sistem operasi Microsoft Windows dan IBM OS/2. Sistem operasi berbasis UNIX juga dapat menggunakannya dengan tambahan perangkat lunak yang disebut dengan Samba.
Kesimpulannya, Samba adalah sebuah program yang bersifat open source yang menyediakan layanan berbagi berkas dan perangkat keras (sharing file dan hardware) seperti printer, yang menggunakan protocol SMB (Server Message Block), yang pembuatannya dilakukan oleh 
Andrew Tridgell.

Dari penjelasan di atas dapat kita ketahui bahwa Samba memiliki beberapa kegunaan yaitu :
  1. Penghubung mesin Unix (termasuk Linux) dengan mesin DOS/Windows
  2. Menempatkan mesin Unix (Linux) sebagai Primary Domain Controller sebagaimana yang dilakukan Windows NT / Windows 2000 Server
  3. Berbagi file dan printer pada semua komputer yang terhubung ke jaringan
  4. Membantu user untuk browsing di network neightbourhood
  5. Memberikan autentikasi kepada tiap client yang login kedalam 1 domain pada 1 jaringan


Penggunaan Samba dalam sebuah jaringan dapat memberikan beberapa keuntungan antara lain sebagai berikut :


  • Karena merupakan package open source, Samba bebas digunakan untuk keperluan pribadi maupun instansi
  • Mampu menjembatani sistem operasi yang berbeda (seperti Linux dengan Windows)
  • Samba mampu mengoptimalkan mesin Linux sebagai PDC (Primary Domain Controler), sehingga memiliki kemampuan yang mirip denagn kemampuan yang dimiliki oleh Windows NT
  • Samba dapat digunakan untuk saling berbagi sumber daya data baik dari CD-ROM, harddisk, disket, maupun perangkat penyimpanan lain, seperti flashdisk, dll
  • Samba mampu menangani pembagian sumber daya perangkat output seperti printer dan plotter, sehingga peralatan ini dapat digunakan secara bersama dalam jaringan
  • Samba mengizinkan komputer Windows untuk mengakses driver yang dimiliki oleh komputer Linux
  • Sebaliknya, komputer Linux yang menggunakan program samba dapat digunakan sebagai jembatan, sehingga Anda dapat memanfaatkan data yang di-sharing oleh komputer Windows
  • Samba dapat membantu atau memberikan hubungan antarkomputer dengan teknik WINS Name Server Resolution
B. Latar Belakang
Salah  satu  fungsi  jaringan  komputer  adalah  kemampuannya  untuk
file  sharing dengan komputer  lain  yang  tergabung  dalam  jaringan.  Dengan
file sharing, kemampuan  komputer  untuk  meng-host  file dapat  meningkat  karena secara praktis setiap komputer di jaringan dapat dimanfaatkan bersama-sama. File  sharing merupakan  sebuah  sistem  yang  dapat berbagi  berkas  dan  sumber daya penyimpanan dengan konsep client - server melalui jaringan. Salah satu sistem file sharing yang digunakan adalah Samba.

C. Persiapan Software dan Hardware
  • Seperangkat Komputer dengan SO Debian server
  • Koneksi internet, jika anda menggunakan repository luar.
D. Maksud dan Tujuan
Instalasi Samba Server ini bertujuan untuk mempermudah Client dan Server melakukan sharing file terutama untuk client yang berbeda platform sistem operasinya. Contohnya sharing file antara server yang bersistem operasikan Linux dengan Client yang bersistem operasikan windows.


E. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan

1. Bukalah Debian Server anda dan pada saat login, masuklah sebagai root agar kita secara penuh bisa melakukan perubahan-perubahan pada Debian Server termasuk melakukan konfigurasi Samba Server.


2. Selanjutnya pastikan komputer Server dan komputer Client anda sudah terhubung.
3. Untuk melakukan instalasi samba server ketikkan perintah “apt-get install samba”, kemudian tekan enter.

4. Jika ada pertanyaan yang mempertanyakan "apakah kita ingin melanjutkannya ?" seperti ini, ketikkan "y" kemudian tekan enter untuk menyetujuinya.

5. Jika anda belum menentukan folder mana yang ingin anda sharing , anda dapat membuat foldernya terlebih dahulu dengan mengetikkan perintah “mkdir nama_folder”. Contohnya “mkdir /home/guest”, perintah ini berarti saya akan membuat folder bernama guest yang terdapat di ” /home”. Nantinya folder ini saya gunakan untuk tempat sharing file yang dapat diakses oleh semua orang.

6. Lalu buatlah sebuah user untuk file sharing nanti, dengan mengetikkan perintah “adduser namauser”. Contohnya di sini saya membuat user dengan nama ivanramadhan, jadi perintahnya adalah “adduser ivanramadhan” dan tekan enter. Jika diminta untuk memberikan password, berikan password yang menurut kalian mudah diingat, tekan enter untuk melanjutkan.

7. Untuk selanjutnya kosongi saja, dan jika sudah pada tahap terakhir ketikan “y” untuk menyutujui bahwa data yang anda masukkan sudah benar. Kemudian tekan enter.

8. Selanjutnya buatlah password user tadi untuk file sharing samba dengan mengetikkan perintah “smbpasswd –a ivanramadhan”. Jika anda diminta untuk mengatur password baru seperti dibawah ini, aturlah dengan password yang mudah diingat atau samakan saja dengan password saat kita membuat user tadi. Lalu masukkan password lagi untuk memverifikasi passwordnya. Jika user telah masuk ke samba maka akan ada pemberitahuan “Added user ivanramadhan” yang maksudnya user ivanramadhan telah ditambahkan. 

9. Untuk melihat dan memastikan apakah user kita telah ditambahkan atau belum, ketikkan perintah “cat /etc/passwd” dan tekan enter.

10. Dari sini dapat terlihat bahwa user ivanramadhan telah terbuat.

11. Selanjutnya kita akan melakukan konfigurasi pada aplikasi samba servernya dengan mengetikkan perintah “nano /etc/samba/smb.conf” dan tekan enter.

12. Beralihlah ke akhir dari file konfigurasi tersebut, pada kali ini saya ingin menshare 2 folder untuk yang pertama ini saya tujukan hanya untuk user ivanramadhan, masukkan beberapa konfigurasi sharing file berikut untuk folder pertamanya  :

[ivanramadhan]                       --> nama  Alias dari folder yang akan dishare
path = /home/ivanramadhan --> letak folder yang di-sharing.
browseable = yes --> agar folder dapat ditemukan di jaringan 
writeable = yes --> agar diizinkan untuk melakukan 
                                                         perubahan (menulis), seperti membuat 
                                                         folder baru.
read only = no   --> agar tidak hanya diizinkan sebatas 
                                                         membaca saja.
valid users = ivanramadhan  --> agar hanya user ivanramadhan saja yang 
                                                 boleh mengaksesnya.


13. Selanjutnya dibawah konfigurasi sharing ivanramadhan, tambahkan lagi untuk konfigurasi share folder ke dua yaitu share folder yang ditujukan untuk tamu (guest). Masukkan beberapa konfigurasi sharing file berikut untuk folder keduanya :

[guest]                         --> nama alias dari folder yang akan dishare
path = /home/ivan  --> letak folder yang di-sharing.
browseable = yes    -->  agar folder dapat ditemukan di jaringan. 
writeable = no            -->  agar tidak diizinkan untuk melakukan 
                                            perubahan (menulis), seperti membuat folder baru.
read only = yes           --> agar hanya diizinkan sebatas membaca saja.
guest ok = yes  --> agar semua orang dapat mengakses folder ini,tanpa
                                           memasukkan user dan password.
 

jadi untuk folder ivanramadhan ini hanya di tujukan untuk user ivanramadhan dan hak aksesnya diperbolehkan untuk melakukan perubahan pada folder tersebut.
Sedangkan untuk folder guest ini ditujukan untuk semua orang tanpa memasukkan user dan password dan hak aksesnya hanya read only saja (hanya bisa membaca, tidak diperbolehkan melakukan perubahan).
Save konfigurasi tersebut dengan menekan ctrl + x, kemudian ketikkan “y” dan tekan enter.
14. Untuk memastikan lagi agar folder yang disharing untuk ivanramadhan bisa dilakukan perubahan, ubahlah hak akses foldernya menjadi penuh dengan mengetikkan perintah “chmod 777 /home/ivanramadhan” dan tekan enter.

15. Buatlah file untuk pengujian file sharing kita, Di sini saya membuat file dengan nama "file_ivan.txt" pada folder yang digunakan untuk sharing dengan menggunakan user dan password dalam mengaksesnya. Ketikkan "touch /home/ivanramadhan/file_ivan.txt" untuk membuat file tersebut.
 

 16. Buatlah file lagi, kali ini untuk pengujian file sharing yang dapat diakses oleh semua orang tanpa menggunakan user dan password. Di sini saya akan membuat file dengan nama "file_guest.txt" pada folder yang digunakan untuk sharing guest. Ketikkan "touch /home/guest/file_guest.txt"
17. Restartlah service dari samba server agar konfigurasi yang kita lakukan tadi dapat diterapkan. Untuk merestartnya ketikkan perintah “/etc/init.d/samba restart” dan tekan enter.

18. Pada komputer client anda bukalah “run” dengan cara menekan tombol “windows + R”, kemudian pada run ketikkan \\ipserveranda. Contohnya \\192.168.105.2 kemudian tekan enter atau klik “ok” untuk mengakses folder yang di share menggunakan samba tadi.


19. Dari sini dapat dilihat bahwa folder yang tershare sebanyak 2 folder yaitu : ivanramadhan dan guest, sama persis dengan apa yang telah kita konfigurasikan tadi.

20. Untuk yang pertama kita coba untuk masuk ke “guest”. Jika saat masuk ke guest anda tidak dimintai user dan password seperti dibawah ini, maka konfigurasi anda telah benar. 
 

21. Untuk menguji hak akses / permissionnya, kita coba saja dengan membuat folder baru. Klik pada “New Folder” untuk membuat folder baru.

22. Jika muncul peringatan seperti ini, maka hak akses / permission yang kita atur tadi sudah sesuai yaitu hanya boleh membaca saja dan tidak boleh melakukan perubahan dalam folder yang tershare tersebut.

23. Kembalilah ke awal lagi, dan kali ini kita akan mengakses folder ivanramadhan.

24. Jika saat anda membuka folder tersebut dan tiba-tiba muncul jendela form login, maka loginlah dengan user “ivanramadhan” dan masukkan password dari user ivanramadhan yang telah kita atur tadi. Klik Ok untuk login.
 

25. Jika anda berhasil masuk ke dalam folder tersebut dengan user ivanramadhan, maka konfigurasi anda tadi telah berhasil. Kemudian untuk menguji hak akses / permissionnya, kita coba saja dengan membuat sebuah folder baru. Klik “New Folder” untuk membuat folder baru.

26. Jika pembuatan Folder Baru berhasil seperti di bawah ini, maka hak akses / permission yang kita atur tadi sudah sesuai yaitu boleh melakukan perubahan dalam folder yang tershare tersebut.

F. Referensi
Ebook : Buku Konfigurasi Debian Server.

G. Hasil dan Kesimpulan
Dengan adanya sharing file seperti ini, membuat user yang berada dalam jaringan tersebut sangat diuntungkan. Karena dapat menggunakan sumberdaya yang ada secara bersama-sama dalam jaringan tersebut, selain itu dengan adanya File Server seperti Samba ini membuat kita menjadi efisien dalam pemakaian hardware. Efisiensi ini terjadi karena file-file yang dibutuhkan, akan terkumpul menjadi satu di server, sehingga di komputer client kita tidak memerlukan Storage yang besar.

Sekian dari saya, mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan dalam postingan saya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.











Previous
Next Post »