Membuat Hotspot Dengan Mikrotik



Assalamualaikum Wr. Wb.
   Haloo teman-teman, kali ini saya akan membahas tentang bagaimana cara membuat sebuah Hotspot pada mikrotik. Hostspot sendiri disini merupakan salah satu fitur yang tersedia di dalam mikrotik. Lalu apa sih sebenarnya hotspot itu ?.

   Jadi hostpot adalah area dimana seorang client dapat terhubung dengan jaringan internet secara wireless (nirkabel/tanpa kabel) dari PC, note book atau gadget seperti Handphone dalam jangkauan radius kurang lebih beberapa ratus meteran atau tergantung dari kekuatan frekuensi/signal. Langsung saja yuk, kita coba untuk mensettingnya.


Langkah Kerja

1. Sebelum anda melakukan pembuatan hotspot dengan mikrotik, saya sarankan untuk membaca postingan saya yanng sebelumnya  di sini
. Karena postingan ini merupakan kelanjutan dari postingan yang sebelumnya.y

2. Karena pada Mikrotik saya tidak ada wireless interfacenya maka saya menggunakan alternatif lainnya untuk membuat wifi, yaitu dengan menggunakan Access point. Settinglah terlebih dahulu acces point anda (seperti pengaturan SSID) lalu tancapkan Access point anda pada ethernet 5.

3. Untuk Topologinya kurang lebih akan seperti di bawah ini.
 

4. Bukalah aplikasi Winbox anda dengan menggunakan bantuan aplikasi wine.

5. Pada winbox kita atur IP untuk interface yang akan kita gunakan untuk wifi/hotspotnya dengan memilih IP --> Addresses.
 

6. Klik pada simbol (+) untuk menambahkan pengaturan alamat IP.
 

7. Untuk Addressnya (alamat ipnya) disini saya mengaturnya dengan 192.168.3.1/24 dan untuk interfacenya saya atur untuk "ether5" karena ether 5 ini merupakan interface yang menghubungkan mikrotik dengan access point saya dan yang nantinya akan dijadikan wifi hotspot. Lalu klik OK dan Apply agar pengaturan terterapkan.
 

8. Selanjutnya, agar Client yang terhubung ke wifi hotspot kita tidak melakukan pengaturan IP secara manual agar mendapatkan koneksi dari wifi kita. Maka yang perlu dilakukan adalah kita harus membuat sebuah DHCP Sever, sehingga nantinya pengalokasian alamat IP akan dilakukan secara otomatis oleh DHCP Server yang kita buat. Untuk membuat DHCP Server beralihlah ke IP --> DHCP Server.
 

9. Lalu klik pada "DHCP Setup" untuk membuat DHCP Server baru.
 


10. Akan muncul jendela DHCP Setup, pada DHCP Server Interface pilih interfacenya dengan ether5. Lalu klik Next.

11. Pada DHCP Address Space akan otomatis terisi dengan subnet dari ether5, biarkan saja seperti itu dan klik next. 

12. Untuk Gateway for DHCP Network akan otomatis terisi gatewaynya dengan ip dari ether2, karena ether5lah yang berperan sebagai gateway pada subnet tersebut. Biarkan saja seperti itu, lalu klik Next.

13. Pada DHCP Relay, klik saja Next untuk melanjutkan.

14. Selanjutnya pada Addresses to Give Out biasanya akan terisi secara otomatis range ip yang akan diberikan ke client sesuai dengan pengaturan netmask kita. Contoh : kita mengatur ip kita dengan netmask /24, maka ip host yang tersedia sekitar 254, jadi rangenya pemberian ip DHCPnya dari 192.168.3.2 – 192.168.3.254. 192.168.3.1 tidak termasuk karena sudah dipakai untuk gateway pada ether5. Klik Next untuk melanjutkan.

15. Pada Pengaturan DNS Server akan terisi otomatis karena pada saat kita mengatur DHCP Client terchecklist “Use Peer DNS”, maka pada DNS Server ini DNSnya secara otomatis teratur sesuai dengan yang diatur dari sumber internet. Klik Next untuk melanjutkan.

16. Untuk Lease Time, ini merupakan waktu sewa ip yang kita berikan kepada client melalui DHCP Server. Anda bisa mengaturnya sesuai dengan keinginan anda atau anda biarkan saja seperti defaultnya saja. Klik Next untuk melanjutkan.

17. Lalu akan muncul jendela yang memunculkan tulisan “setup has completed successfully” yang berarti DHCP Server yang kita buat pada ether5 telah berhasil kita buat.

18. Selanjutnya, baru kita buat hotspotnya. Hotspot disini bukanlah wifinya, melainkan sebuah service yang memunculkan halaman login page. Untuk membuatnya beralihlah ke IP --> Hotspot.

19. Pada jendela hotspot pilihlah "Hotspot Setup" untuk membuat sebuah hotspot baru.

20. Pada Hotspot Interface pilihlah interfacenya "ether5" karena interface yang menghubungkan ke Acces Point (Access point sebagai penyebar sinyal wifi) adalah ether 5. Klik Next untuk melanjutkan.

21. Untuk Local Addres of Network, pastikan terisi dengan ip dari interface ether 5. Klik Next untuk melanjutkan.

22. Pada Address Pool of Network sama seperti saat mengatur DHCP Server tadi yaitu daftar range ip yang akan disewakan ke Client yang terhubung. karena kita menggunakan netmask /24 dan ip 192.168.3.1 telah terpakai, maka range ipnya adalah 192.168.3.2 - 192.168.3.254 . Klik Next untuk melanjutkan.

23. Untuk bagian Select Certificate abaikan saja dan klik Next untuk melanjutkan.

24. Pada bagian IP Address of SMTP Server, biarkan saja seperti defaultnya kemudian klik Next untuk melanjutkan.

25. Pada DNS Servers anda kosongi saja dan Klik Next untuk melanjutkan.

26. Untuk bagian DNS Name, masukkan dengan nama url yang ingin anda gunakan untuk mengakses login page pada browser anda. contohnya disini saya mengaturnya dengan "mikrotik.smkn1kediri", maka untuk mengakses login page hotspot saya harus mengetikkan "mikrotik.smkn1kediri" di web browser saya.

27. Untuk pertama anda pasti akan di suruh untuk membuat user yang biasanya digunakan untuk mengakses hotspot untuk pertama kali dengan nama defaultnya yaitu "admin" pada kolom Name of Local Hotspot User. Dan untuk passwordnya anda bisa mengaturnya pada kolom "Password for the User : ". Klik Next untuk melanjutkan.

28. Selanjutnya muncul pemberitahuan "Setup has completed successfully" yang berarti pembuatan hotspot kita telah berhasil. klik "OK".

29. Setelah membuat Hotspot, selanjutnya kita buat seperti sebuah grup untuk user-user kita nantinya. Dengan pembuatan grup ini, maka kita bisa membuat sebuah aturan-aturan tertentu untk grup ini. Semisal Grup A kita buat dan kita atur agar Internet Speednya hanya 500 Kb, sedangkan Grup B kita buat dan kita atur agar Internet Speednya bisa sampai 1Mb. Untuk membuatnya, pindahlah ke tab "User Profiles" dan klik pada simbol "+".

30. Pada kolom "Name" masukkan dengan nama grup yang ingin anda berikan, Contohnya disini saya memberikannya nama "guru" dan pada kolom Shared Users masukkan dengan jumlah maksimal user yang bisa masuk pada grup tersebut. Klik "Apply" dan "OK" untuk menerapkannya.

31. Selanjutnya buatlah grup lagi dengan mengklik pada simbol "+".

32. Kali ini saya akan memberikan nama grupnya dengan nama "siswa" dan pada kolom Shared Users masukkan dengan jumlah maksimal user yang bisa masuk pada grup tersebut. Klik "Apply" dan "OK" untuk menerapkannya.

33. Setelah kita selesai membuat grup-grup untuk usernya, barulah sekarang kita buat user-usernya. Berpindahlah ke tab "Users" dan klik pada simbol "+" untuk membuat user baru.

34. Pada jendela pembuatan user hotspot baru, pada kolom "Name" masukkan dengan nama user baru anda, kemudian masukkan password user baru anda pada kolom "password", dan pada kolom "Profile" pilihlah dengan grup mana user ini akan di masukkan. Contohnya saja ke grup "siswa". Klik "Apply" dan "OK" untuk menerapkannya.

35. Buatlah user baru lagi dengan mengklik pada simbol "+", dan untuk "Name"nya saya kasih dengan nama "guru1" lalu setting passwordnya, sedangkan untuk "Profile" masukkan saja ke grup "guru". Klik "Apply" dan "OK" untuk menerapkannya.

36. Cabutlah kabel yang menghubung ke komputer anda (kabel ke ether2), lalu koneksikan komputer anda dengan wifi dari access point anda.


37. Bukalah Web Browser pada komputer anda, lalu ketikkan url dari login page hotspot anda.


38. Jika berhasil ke halaman Login Page Hotspot anda, masukkan user dan password dari user yang telah anda buat.

39. Jika berhasil Login dengan user anda, maka selamat konfigurasi Hotspot pada Mikrotik anda telah berhasil.

Selamat mencoba.....

Wassalamualaikum Wr. Wb,




Sumber :
 http://www.datautama.net.id/so-hotspot.html

Previous
Next Post »